Skip to main content.
the journal

Seharusnya

Bagaimana gue bisa terus mengalami kejadian saat ini dengan sadar, bisa terus mensyukuri setiap kejadian yang sudah berlalu dengan sadar, dan selalu berserah kepada Allah atas semua hal yang akan terjadi di masa depan terlepas dari apa pun yang gue upayakan saat ini

    Satu-dua kata

    Di setiap titik proses kehidupan yang terjadi sehari-hari, sering kali apa yang gue hadapi atau gue alami adalah hal-hal yang berada di luar dugaan gue, hal-hal yang tidak gue inginkan. Kemudian dari situ, muncul kata "seharusnya", dan ini adalah pandangan gue terhadap kata itu.

    Foto pelican crossing sebagai ilustrasi dari persimpangan dalam perjalanan hidup
    — Ilustrasi persimpangan dalam perjalanan hidup, tempat mereka sering berefleksi.

    Masa lalu

    Dilihat dari sudut pandang masa lalu, kata "seharusnya" akan merujuk kepada satu titik keadaan di masa lalu yang gue tuduh sebagai penyebab atau sumber dari masalah yang gue hadapi sekarang ini. Menyesali keadaan masa lalu tersebut, "seharusnya gue dulu begini..." bla bla bla. Lalu? Pemikiran seperti itu nyatanya memang tidak akan mengubah apa pun yang terjadi saat ini, percuma. Pun di dalam agama gue, pengandaian seperti itu harus dihindari.

    Masa depan

    Dilihat dari sudut pandang masa depan, kata "seharusnya" akan merujuk kepada pemikiran pencegahan atau preventif, supaya apa yang terjadi hari ini tidak terulang lagi di masa depan, pada awalnya ini terlihat sebagai pemikiran yang baik. "Seharusnya nanti gue begini..." bla bla bla. Sayangnya, ketika gue memikirkan kata "harus" maka akan diikuti oleh ekspektasi, ketika gue mengupayakan atau melakukan "X" adalah untuk mendapatkan atau berharap akan terjadi "Y" setelahnya. Pada akhirnya, penyesalan akan terulang, akan muncul "seharusnya" dan "seharusnya" lagi.

    Saat ini

    Dilihat dari sudut pandang saat ini, tidak ada yang bisa gue pastikan, sehingga kata "harus" atau "seharusnya" tidak akan memiliki tempat yang sesuai. Upaya-upaya yang terbaik akan tetap gue lakukan, tapi tidak bisa dipungkiri kalau setiap hal akan berujung pada banyak kemungkinan, baik itu yang dirasa memuaskan maupun yang dirasa tidak, tidak ada yang bisa diharuskan.

    Terlepas

    Hal yang terbaik adalah bagaimana gue bisa terus mengalami kejadian saat ini dengan sadar, bisa terus mensyukuri setiap kejadian yang sudah berlalu dengan sadar, dan selalu berserah kepada Allah atas semua hal yang akan terjadi di masa depan terlepas dari apa pun yang gue upayakan saat ini.

    Harap

    Semoga teman-teman yang membaca tulisan ini juga mengamini pemikiran yang serupa, atau paling tidak, sama-sama berfokus dan sadar pada apa-apa saja yang terjadi saat ini, tidak menyalahkan masa lalu, tidak pula berlarut memikirkan apa yang belum terjadi. Good luck!